Senin, 27 Juni 2022

Database Terbaru, Market Demand Growth di Industri Kecap 2017-2025

 

Duniaindustri.com (Juni 2022) -- Industri consumer goods terutama kecap telah mengarungi turbulensi pandemi Covid-19 dan turbulensi komoditas. Untuk memetakan prospek pasar serta pangsa pasar market leader, tim Duniaindustri.com merilis "Kajian Pertumbuhan Pasar Industri Kecap 2017-2025 (Market Share Top 6 Biggest Player)".

Kajian Pertumbuhan Pasar Industri Kecap 2017-2025 (Market Share Top 6 Biggest Player) ini dirilis minggu ketiga Juni 2022 menampilkan riset independen, kajian data spesifik, dan data komprehensif terkait market demand kecap per segmen di Indonesia periode 2017-2025 serta pangsa pasar 6 market leader. Riset data ini berisi 43 halaman pdf berukuran 3,73 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.

Riset data ini dimulai dengan menampilkan ulasan singkat (highlights) perekonomian nasional yang terpengaruh dua kejadian besar pada 2019-2022 yakni pandemi Covid-19 pada 2020 hingga 2021 serta perang Rusia-Ukraina pada 2022. Ulasan singkat dinamika ekonomi Indonesia dipaparkan secara detail pada halaman 2 sampai halaman 4. Meski diliputi tantangan, masih terdapat peluang terutama dengan mencermati megatrend yang berkembang secara global terutama terkait digitalisasi, hingga 2045.
Kemudian beralih ke pemetaan demografi penduduk Indonesia, mulai dari proyeksi jumlah populasi penduduk di Indonesia pada 2045, usia harapan hidup, komposisi jumlah penduduk di perkotaan dan perdesaan. Jumlah penduduk usia produktif di Indonesia menjadi yang terbesar di Asean. (halaman 5 sampai 8) Di sisi lain juga ditampilkan jumlah dan kepadatan penduduk di Indonesia per wilayah. Serta kontribusi ekonomi per daerah terhadap total produk domestik bruto Indonesia, dengan porsi terbesar masih dipegang Pulau Jawa.

Disusul kemudian proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 sampai 2045 dengan dua skenario (skenario dasar dan skenario tinggi). (halaman 9) Serta, indikator pertumbuhan ekonomi di 2045 serta tahapan menuju ekonomi modern. (halaman 10)

Masuk ke fokus riset data, Kajian Pertumbuhan Pasar Industri Kecap 2017-2025 (Market Share Top 6 Biggest Player) ini mengupas tujuh fokus research yakni 1) Market demand chart di industri kecap beserta segmentasi pasar/market demand industri kecap; 2) Pertumbuhan pasar/market demand kecap secara volume nasional 2017-2025 forecast, beserta market analysisnya; 3) Pertumbuhan pasar/market demand industri kecap secara nilai nasional 2017-2025 forecast, beserta market analysisnya; 4) Data kapasitas produksi 6 market leader di industri kecap; 5) Data pangsa pasar 6 market leader industri kecap berdasarkan volume kapasitas; 6) Market leader profile database (kapasitas produksi dan nilai penjualan market leader); dan 7) Channel distribusi industri kecap dibandingkan dengan industri bahan tambahan pangan lainnya.

Pada halaman 11, ditampilkan executive summary dari Kajian Pertumbuhan Pasar Industri Kecap 2017-2025 (Market Share Top 6 Biggest Player). Kemudian, pada halaman 12 dan 13 disajikan market demand chart yang berisi diagram aliran (flow chart) demand kecap ke dua segmen yakni kecap manis dan kecap asin.

Dilanjutkan pada halaman 14 sampai halaman 18 ditampilkan trend pertumbuhan pasar kecap berdasarkan volume, meliputi total pasar, segmen kecap manis, segmen kecap asin, para periode 2017-2025. Tidak lupa ditampilkan juga tabel grafis untuk memudahkan pemahaman, dilengkapi market analysis-nya.

Sedangkan pada halaman 19 sampai halaman 23 ditampilkan trend pertumbuhan pasar kecap berdasarkan nilai, meliputi total pasar, segmen kecap manis, segmen kecap asin, para periode 2017-2025. Tidak lupa ditampilkan juga tabel grafis untuk memudahkan pemahaman, dilengkapi market analysis-nya.

Disusul kemudian pada halaman 24 hasil monitoring harga jual kecap berbagai merek di tingkat konsumen sebagai pembanding untuk mengukur market size secara nilai. Pada halaman 25 disajikan highlight industri kecap meliputi jumlah unit usaha serta serapan tenaga kerja di sektor ini.
Beralih ke fokus research selanjutnya, pada halaman 26 sampai halaman 37 ditampilkan data kapasitas produksi 6 market leader di industri kecap di Indonesia, data pangsa pasar 6 market leader industri kecap berdasarkan volume kapasitas, serta market leader profile database.

Tidak ketinggalan, ditampilkan data channel distribusi industri kecap berdasarkan 5 segmen yakni horeca, ritel modern, pasar tradional, pengguna industri, serta channel online periode 2020 pada halaman 38 sampai halaman 42.

Kajian Pertumbuhan Pasar Industri Kecap 2017-2025 (Market Share Top 6 Biggest Player) ini berisi 43 halaman berukuran 3,73 MB merupakan hasil research tim Duniaindustri.com yang diperkuat dengan berbagai data multisource yang relevan dan valid. Riset data ini melengkapi 256 data research di 24 sektor industri yang telah dikoleksi dalam indeks data industri. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

Sumber: klik di sini

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 256 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 256 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini

Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik

[caption id="attachment_9784" align="alignnone" width="336"] Market Outlook Consumer Goods di Indonesia 2013-2024 (Market Growth and Channel Distribution Trend)[/caption][caption id="attachment_9749" align="alignnone" width="342"]Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile) Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile)[/caption]

Portofolio lainnya:

[caption id="attachment_9118" align="alignnone" width="523"] Buku "Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri"[/caption]

Atau simak video berikut ini:

https://youtu.be/wAxS2LsxU2U

Contoh testimoni hasil survei daerah:

 

 

Minggu, 26 Juni 2022

Trend Terbaru, Prospek Pertumbuhan Pasar Industri Kecap 2017-2025

 

Kajian Pertumbuhan Pasar Industri Kecap 2017-2025 (Market Share Top 6 Biggest Player) ini dirilis minggu ketiga Juni 2022 menampilkan riset independen, kajian data spesifik, dan data komprehensif terkait market demand kecap per segmen di Indonesia periode 2017-2025 serta pangsa pasar 6 market leader. Riset data ini berisi 43 halaman pdf berukuran 3,73 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.



Riset data ini dimulai dengan menampilkan ulasan singkat (highlights) perekonomian nasional yang terpengaruh dua kejadian besar pada 2019-2022 yakni pandemi Covid-19 pada 2020 hingga 2021 serta perang Rusia-Ukraina pada 2022. Ulasan singkat dinamika ekonomi Indonesia dipaparkan secara detail pada halaman 2 sampai halaman 4. Meski diliputi tantangan, masih terdapat peluang terutama dengan mencermati megatrend yang berkembang secara global terutama terkait digitalisasi, hingga 2045.

Kemudian beralih ke pemetaan demografi penduduk Indonesia, mulai dari proyeksi jumlah populasi penduduk di Indonesia pada 2045, usia harapan hidup, komposisi jumlah penduduk di perkotaan dan perdesaan. Jumlah penduduk usia produktif di Indonesia menjadi yang terbesar di Asean. (halaman 5 sampai 8) Di sisi lain juga ditampilkan jumlah dan kepadatan penduduk di Indonesia per wilayah. Serta kontribusi ekonomi per daerah terhadap total produk domestik bruto Indonesia, dengan porsi terbesar masih dipegang Pulau Jawa.

Disusul kemudian proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 sampai 2045 dengan dua skenario (skenario dasar dan skenario tinggi). (halaman 9) Serta, indikator pertumbuhan ekonomi di 2045 serta tahapan menuju ekonomi modern. (halaman 10)

Masuk ke fokus riset data, Kajian Pertumbuhan Pasar Industri Kecap 2017-2025 (Market Share Top 6 Biggest Player) ini mengupas tujuh fokus research yakni 1) Market demand chart di industri kecap beserta segmentasi pasar/market demand industri kecap; 2) Pertumbuhan pasar/market demand kecap secara volume nasional 2017-2025 forecast, beserta market analysisnya; 3) Pertumbuhan pasar/market demand industri kecap secara nilai nasional 2017-2025 forecast, beserta market analysisnya; 4) Data kapasitas produksi 6 market leader di industri kecap; 5) Data pangsa pasar 6 market leader industri kecap berdasarkan volume kapasitas; 6) Market leader profile database (kapasitas produksi dan nilai penjualan market leader); dan 7) Channel distribusi industri kecap dibandingkan dengan industri bahan tambahan pangan lainnya.

Pada halaman 11, ditampilkan executive summary dari Kajian Pertumbuhan Pasar Industri Kecap 2017-2025 (Market Share Top 6 Biggest Player). Kemudian, pada halaman 12 dan 13 disajikan market demand chart yang berisi diagram aliran (flow chart) demand kecap ke dua segmen yakni kecap manis dan kecap asin. 

Dilanjutkan pada halaman 14 sampai halaman 18 ditampilkan trend pertumbuhan pasar kecap berdasarkan volume, meliputi total pasar, segmen kecap manis, segmen kecap asin, para periode 2017-2025. Tidak lupa ditampilkan juga tabel grafis untuk memudahkan pemahaman, dilengkapi market analysis-nya.

Sedangkan pada halaman 19 sampai halaman 23 ditampilkan trend pertumbuhan pasar kecap berdasarkan nilai, meliputi total pasar, segmen kecap manis, segmen kecap asin, para periode 2017-2025. Tidak lupa ditampilkan juga tabel grafis untuk memudahkan pemahaman, dilengkapi market analysis-nya.

Disusul kemudian pada halaman 24 hasil monitoring harga jual kecap berbagai merek di tingkat konsumen sebagai pembanding untuk mengukur market size secara nilai. Pada halaman 25 disajikan highlight industri kecap meliputi jumlah unit usaha serta serapan tenaga kerja di sektor ini.

Beralih ke fokus research selanjutnya, pada halaman 26 sampai halaman 37 ditampilkan data kapasitas produksi 6 market leader di industri kecap di Indonesia, data pangsa pasar 6 market leader industri kecap berdasarkan volume kapasitas, serta market leader profile database. 

Tidak ketinggalan, ditampilkan data channel distribusi industri kecap berdasarkan 5 segmen yakni horeca, ritel modern, pasar tradional, pengguna industri, serta channel online periode 2020 pada halaman 38 sampai halaman 42.

Kajian Pertumbuhan Pasar Industri Kecap 2017-2025 (Market Share Top 6 Biggest Player) ini berisi 43 halaman berukuran 3,73 MB merupakan hasil research tim Duniaindustri.com yang diperkuat dengan berbagai data multisource yang relevan dan valid. Riset data ini melengkapi 256 data research di 24 sektor industri yang telah dikoleksi dalam indeks data industri. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

Sumber: klik di sini

Kamis, 09 Juni 2022

Mengejar Laju Inflasi atau Efisiensi, Pilihan Sulit Pelaku Industri

 

Duniaindustri.com (Juni 2022) – Seakan baru lepas dari mulut harimau kemudian masuk ke mulut buaya, kiasan itu relevan dengan kondisi iklim bisnis di penghujung semester I 2022. Baru lepas dari cengkraman Covid-19 yang sempat membuat penguncian wilayah secara ketat, kini pelaku industri dihadapkan pada tantangan baru yang tidak kalah menakutkan. Turbulensi harga energi dan pangan yang memicu lonjakan inflasi serta kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat bisa mempengaruhi iklim bisnis di Indonesia.

Seperti diketahui, lonjakan inflasi mulai menghantui sejumlah negara seperti AS, Turki, dan tidak ketinggalan Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi tahunan pada April 2022 dibandingkan April 2022 sebesar 3,47 persen. Inflasi tersebut merupakan angka tertinggi sejak Agustus 2019, sebelum era pandemi Covid-19.

Bahkan, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kenaikan harga sejumlah bahan pangan dan energi menimbulkan inflasi tinggi di sejumlah negara. Kenaikan ekstrem harga komoditas membuat inflasi naik seperti di Turki mencapai 74 persen.

Turbulensi seperti itu, menurut tim Duniaindustri.com, cukup menantang bagi iklim bisnis di dalam negeri, mengingat daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih dari efek pandemi Covid-19. Indikasi awal imbas dari turbulensi komoditas energi dan pangan serta lonjakan inflasi telah menghantam bisnis startup, dengan sejumlah startup melakukan efisiensi hingga berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) para pekerjanya.

Makin panjang daftar startup di Indonesia yang melakukan PHK dengan bertambahnya startup platform game dan turnamen online asal India, yakni Mobile Premier League (MPL), yang memutuskan tidak beroperasi lagi di Indonesia. Selain MPL, terdapat enam startup yang melakukan PHK terhadap pekerjanya. Keenam startup itu adalah Zenius, LinkAja, Tanihub, Fabelio, Uang Teman, hingga JD.ID.

Lantas bagaimana strategi terbaik bagi para pelaku industri dalam menyikapi tantangan di semester II 2022? Apakah lantas mengejar laju inflasi dan meneruskan kenaikan biaya terhadap harga jual? Atau justru memperluas strategi efisiensi?

Untuk sejumlah produk terutama bahan pangan dan kebutuhan primer, kebijakan pass on kenaikan biaya terhadap harga jual relatif lebih fleksibel dibanding perusahaan-perusahaan berbasis layanan yang sangat ketat persaingannya. Namun, kebijakan pass on harga jual tidak tidak bisa dilakukan sembrono, karena berisiko melemahkan minat beli di saat kompetitor berlomba-lomba mengejar volume penjualan pasca pandemi.

Sebuah pilihan yang sulit bukan. Di sinilah letaknya kebutuhan mendesak akan market insight yang tepat guna mengukur intensitas persaingan serta memonitor kompetitor, guna merumuskan kebijakan strategi yang tepat, baik jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang. Jangan salah melangkah. (*/berbagai sumber/tim redaksi 09/safarudin/indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 255 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 255 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini

Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik

[caption id="attachment_9784" align="alignnone" width="336"] Market Outlook Consumer Goods di Indonesia 2013-2024 (Market Growth and Channel Distribution Trend)[/caption][caption id="attachment_9749" align="alignnone" width="342"]Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile) Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile)[/caption]

Portofolio lainnya:

[caption id="attachment_9118" align="alignnone" width="523"] Buku "Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri"[/caption]

Atau simak video berikut ini:

https://youtu.be/wAxS2LsxU2U

Contoh testimoni hasil survei daerah:

 

 

Selasa, 07 Juni 2022

Menyoal Tantangan Bisnis di Semester II 2022, Bagaimana Prediksinya?

Duniaindustri.com (Juni 2022) -- Baru lepas dari cengkraman Covid-19 yang sempat membuat penguncian wilayah secara ketat, kini pelaku industri dihadapkan pada tantangan baru yang tidak kalah menakutkan. Turbulensi harga energi dan pangan yang memicu lonjakan inflasi serta kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat bisa mempengaruhi iklim bisnis di Indonesia.


Seperti diketahui, harga batubara dan minyak mentah terus meninggi di tengah turbulensi harga energi dan pangan. Kenaikan harga batubara tercermin dari lonjakan Harga Batubara Acuan (HBA) yang ditetapkan Kementerian ESDM untuk bulan Juni 2022 sebesar US$ 323,91 per ton, atau naik 17% dari US$ 275,64 per ton pada Mei lalu.

Sementara harga minyak mentah Brent berjangka, patokan internasional, melonjak menjadi US$ 121,52 per barel seiring keputusan Arab Saudi yang menaikkan harga jual resmi (OSP) Arab light oil andalannya untuk Asia menjadi premi US$ 6,50 versus rata-rata benchmark Oman dan Dubai, meningkat dari premi US$ 4,40 pada Juni 2022, menurut pernyataan Aramco.

Di sisi lain, lonjakan inflasi mulai menghantui sejumlah negara seperti AS, Turki, dan tidak ketinggalan Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi tahunan pada April 2022 dibandingkan April 2022 sebesar 3,47 persen. Inflasi tersebut merupakan angka tertinggi sejak Agustus 2019, sebelum era pandemi Covid-19.

Bahkan, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kenaikan harga sejumlah bahan pangan dan energi menimbulkan inflasi tinggi di sejumlah negara. Kenaikan ekstrem harga komoditas membuat inflasi naik seperti di Turki mencapai 74 persen.

Karena itu, Menkeu menilai, di Indonesia tidak semua harga bisa ditahan agar tidak berdampak kepada masyarakat. "Indonesia harus melihat guncangan ini di dalam konteks apa yang harus kita amankan. Yang perlu kita amankan pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat. Kita ingin tidak hanya ekonomi pulih, tetapi masyarakat kondisinya membaik," ujar Sri Mulyani, Jakarta, Selasa (7/6/2022).

Sri Mulyani menjelaskan, menjaga daya beli masyarakat berpotensi menimbulkan implikasi kebijakan. Sebab, jika pemerintah berupaya keras menahan kenaikan harga maka dampaknya pada pembengkakan subsidi.

"Oleh karena itu, melindungi daya beli memang masyarakat memang menimbulkan implikasi kebijakan bahwa harga sedapat mungkin harga kita tahan, tapi tidak semuanya bisa kita tahan. Ini berarti subsidi akan melonjak akan tinggi," jelasnya.

"Kita melihat situasi kenaikan harga di berbagai negara tidak mampu di-absorb. Kenaikan itu diteruskan langsung ke perekonomian dan masyarakat sehingga banyak negara mengalami kenaikan harga di dalam negerinya. Saya bicara dengan banyak Menkeu. Menkeu Turki mengatakan inflasi didalam negerinya 74 persen, Indonesia 3,5 persen," jelasnya.(*/berbagai sumber/tim redaksi 09/safarudin/indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 255 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 255 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini

Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik

[caption id="attachment_9784" align="alignnone" width="336"] Market Outlook Consumer Goods di Indonesia 2013-2024 (Market Growth and Channel Distribution Trend)[/caption][caption id="attachment_9749" align="alignnone" width="342"]Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile) Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile)[/caption]

Portofolio lainnya:

[caption id="attachment_9118" align="alignnone" width="523"] Buku "Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri"[/caption]

Atau simak video berikut ini:

https://youtu.be/wAxS2LsxU2U

Contoh testimoni hasil survei daerah:

 

 

Jumat, 03 Juni 2022

Inflasi dan Pemulihan Pandemi Justru Surutkan Pendanaan Startup

 

  Duniaindustri.com (Mei 2022) – Sedikitnya tujuh startup skala besar terpaksa melakukan efisiensi hingga berujung pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga awal Juni 2022. Tim Duniaindustri.com menilai lonjakan inflasi serta pemulihan pandemi yang membuka penguncian ikut mempengaruhi bisnis startup hingga terguncang cukup hebat.



Lonjakan inflasi memicu kenaikan cost of fund di tingkat investor (penyandang dana), memaksa pemilik modal mengevaluasi kembali target sektoral mengingat sejumlah sektor yang telah dibuka pasca pandemi bisa menjanjikan prospek pertumbuhan tinggi. Bisnis startup yang semula meraup pertumbuhan tinggi karena karakteristik yang fully digital dan menjadi solusi di era penguncian Covid-19, kini berubah drastis.

Tim Duniaindustri.com menilai para investor cenderung mengadopsi strategi diversifikasi modal ke sektor yang tertinggal akibat Covid-19, seperti pariwisata dan pendidikan, di saat jalur pemulihan terlihat jelas. Konsekuensinya arus modal ke bisnis startup cenderung menurun dan mengering.

Di sisi lain, inflasi yang tinggi justru menguntungkan bisnis consumer goods dengan kebutuhan yang sangat tinggi, di era kebebasan pasca penguncian Covid-19. Trend mobilitas masyarakat yang naik membuat daya konsumsi ikut terdorong, sebagai kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi.

Pergeseran trend peluang pertumbuhan pasar ini, menurut tim Duniaindustri.com, sangat mempengaruhi arus modal di semester II 2022. Tidak heran sejumlah investor kakap menilai pendanaan bagi bisnis startup makin sulit, di tengah sejumlah alternatif pilihan investasi di sektor yang lebih menjanjikan.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi tahunan pada April 2022 dibandingkan April 2022 sebesar 3,47 persen. Inflasi tersebut merupakan angka tertinggi sejak Agustus 2019, sebelum era pandemi Covid-19. Tingkat inflasi yang cukup tinggi ini, menurut kajian tim Duniaindustri.com, akan memacu tiap sektor ekonomi untuk ‘mempercantik diri’ guna bertumbuh secara eksponensial, ditopang arus investasi yang cenderung teralihkan dari bisnis startup.

Tanpa arus modal yang deras, bisnis startup akan cenderung memainkan strategi bertahan untuk survive. Terbukti, makin panjang daftar startup di Indonesia yang melakukan PHK dengan bertambahnya startup platform game dan turnamen online asal India, yakni Mobile Premier League (MPL), yang memutuskan tidak beroperasi lagi di Indonesia. Hal ini mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya.

"Per tanggal 30 May 2022, MPL tidak lagi beroperasi di wilayah Indonesia. Semua Turnamen, Pertandingan, dan fitur Top Up telah dinonaktifkan, namun fungsi penarikan Berlian masih dapat di akses sehingga semua Berlian Top Up telah di konversi ke Berlian Kemenangan dan kamu dapat menarik semua Berlian Kemenangan melalui channel penarikan yang tersedia.," tulis MPL Indonesia di situsnya.

Diketahui, MPL merupakan startup asal India yang saat ini sudah merambah ke berbagai negara Asia Pasifik, Amerika Serikat (AS), dan Eropa. Tidak disebutkan secara pasti alasan MPL hengkang dari Indonesia dan jumlah pekerja di Indonesia yang di-PHK. Namun, mengutip sejumlah sumber, perusahaan tersebut diduga memberhentikan setidaknya 10% dari total pekerjanya.

Kabar gelombang PHK ratusan pekerja di sejumlah startup di dalam negeri, seakan membebani jalur pemulihan sektor lain yang baru saja mulai bangkit dan lepas dari efek pandemi. Bahkan startup dompet digital besutan BUMN, yakni LinkAja, tidak luput melakukan gelombang PHK terhadap pekerjanya.

Hingga pekan terakhir Mei 2022, berdasarkan pemantauan tim Duniaindustri.com, selain MPL, terdapat enam startup yang melakukan PHK terhadap pekerjanya. Keenam startup itu adalah Zenius, LinkAja, Tanihub, Fabelio, Uang Teman, hingga JD.ID. Sejumlah pengamat, praktisi startup, dan analis menilai arus pendanaan di bisnis startup makin sulit, yang salah satunya dipengaruhi volatilitas sektor finansial.

Zenius, startup bidang pendidikan, telah mem-PHK lebih dari 200 karyawan. Manajemen mengaku kinerja perusahaan turun di tengah gejolak ekonomi. "Agar dapat beradaptasi dengan dinamisnya kondisi makro ekonomi yang mempengaruhi industri, Zenius melakukan konsolidasi dan sinergi proses bisnis untuk memastikan keberlanjutan," ungkap manajemen dalam keterangan resmi, Selasa (24/5).

Karyawan yang diberhentikan, kata manajemen, akan mendapatkan pesangon sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku di Indonesia. Selain itu, Zenius juga akan melanjutkan manfaat asuransi karyawan termasuk anggota keluarga hingga 30 September 2022. Kemudian, Zenius juga memperpanjang layanan konseling kesehatan dengan konsultan pihak ketiga sampai 30 September 2022.

Demikian juga dengan LinkAja yang melakukan PHK terhadap sejumlah karyawan dalam rangka reorganisasi sumber daya manusia (SDM). "Penyesuaian organisasi SDM ini dilakukan atas dasar relevansi fungsi SDM tersebut pada kebutuhan dan fokus bisnis perusahaan ini," ujar Head of Corporate Secretary Group LinkAja Reka Sadewo.

Menurut Reka, akan ada beberapa perubahan signifikan yang akan dilakukan anak usaha Telkom ini, terutama berkaitan dengan fokus dan tujuan bisnis perusahaan. Hal tersebut akan berpengaruh pada beberapa aspek operasional perusahaan, salah satunya adalah reorganisasi SDM.

"Tentunya ini krusial untuk dilakukan, untuk memastikan bahwa perusahaan dapat bertumbuh secara optimal, dengan ditopang oleh pilar SDM yang efisien dan sesuai dengan fokus dan target perusahaan ke depan," ujar Reka.

Sementara itu, dia memastikan bisnis LinkAja beroperasi seperti biasa. Dengan demikian, penyesuaian jumlah SDM tak akan mempengaruhi layanan LinkAja kepada pengguna.

Sedangkan Tanihub, startup pertanian, diketahui melakukan PHK setelah dua gerainya di Bandung dan Bali ditutup. Langkah PHK dilakukan karena startup ini menghentikan kegiatan Business to Consumer (B2C) dan fokus meningkatkan pertumbuhan Business to Business (B2B).

Di sisi lain, startup e-commerce JD.ID mengambil langkah PHK terhadap karyawan demi mempertahankan eksistensi perusahaan dengan kondisi pasar Indonesia. "Perusahaan melakukan pengambilan keputusan seperti tindakan restrukturisasi, yang mana di dalamnya terdapat juga pengurangan jumlah karyawan," ujar Director of General Management JD.ID Jenie Simon.(*/berbagai sumber/tim redaksi 09/Safarudin/Indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 255 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 255 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini

Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik

[caption id="attachment_9784" align="alignnone" width="336"] Market Outlook Consumer Goods di Indonesia 2013-2024 (Market Growth and Channel Distribution Trend)[/caption][caption id="attachment_9749" align="alignnone" width="342"]Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile) Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile)[/caption]

Portofolio lainnya:

[caption id="attachment_9118" align="alignnone" width="523"] Buku "Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri"[/caption]

Atau simak video berikut ini:

https://youtu.be/wAxS2LsxU2U

Contoh testimoni hasil survei daerah: